“Pentingnya Pilates untuk Kehamilan” plus 2 more

Sabtu, 30 Juli 2011

“Pentingnya Pilates untuk Kehamilan” plus 2 more


Pentingnya Pilates untuk Kehamilan

Posted: 30 Jul 2011 12:56 PM PDT

KOMPAS.com - Pilates, metode pembentukan tubuh yang fokus pada latihan kekuatan otot (terutama di perut) dan pernafasan, juga aman dilakukan oleh ibu hamil. Hanya memang frekuensi dan intensitas pilates semasa kehamilan disesuaikan dengan level kenyamanan setiap individu.

Pilates yang dirancang khusus untuk kehamilan nyatanya bikin ibu hamil lebih fit dan rileks. Berbagai keluhan selama kehamilan, seperti sakit pinggang, pinggang, kaki bengkak, dan lain sebagainya, teratasi dengan latihan pilates. Pernafasan juga lebih teratur. Pada akhirnya momen kehamilan lebih menyenangkan, mood ibu hamil terjaga, bahkan proses persalinan pun terbantukan.

Pengalaman inilah yang ingin dibagi instruktur privat pilates, Lisa Namuri kepada sebanyak mungkin perempuan, melalui buku perdananya yang berjudul Pilates untuk Kehamilan.

"Gerakan pilates yang dirancang untuk kebutuhan ibu hamil berbeda setiap trimester. Pada tahap awal kehamilan, ada otot yang harus diregangkan dan juga dikuatkan. Karenanya kebutuhan latihan pilates berbeda pada trimester pertama, kedua, dan ketiga," jelas Lisa di sela peluncuran bukunya di Fab Cafe, Toko Buku Gramedia Grand Indonesia, Jakarta, Sabtu (30/7/2011).

Buku Pilates untuk Kehamilan setebal 104 halaman ditulis Lisa dari pengalamannya pribadi dalam menjalani kehamilan, dan berlatih pilates. Lisa sudah menggeluti pilates sejak 12 tahun silam. Sejumlah tokoh ternama, selebriti, memercayakan tubuhnya untuk dilatih dengan gerakan pilates oleh pelatih bersertifikat internasional STOTT ini.

Melalui buku, Lisa ingin  membagi pengalamannya berlatih pilates semasa kehamilan. "Buku ini lebih banyak gambar, lengkap dengan gerakan detilnya. Jadi, buku ini sangat praktis dan bisa diterapkan sehari-hari di rumah. Gerakannya simpel dan aman untuk ibu hamil. Bonus poster berupa gambar detil setiap gerakan pilates bisa ditempel di dinding dan memudahkan ibu hamil mempraktekkan pilates sendiri," jelasnya.

Meski begitu, agar hasilnya maksimal, sebaiknya bagi pemula, ikuti kelas pilates sebelum melatih diri di rumah sendirian. Anda tentu bisa lebih memahami gerakan jika menyempatkan diri belajar dari pakar tentang gerakan pilates yang tepat.

Menurut Lisa, buku Pilates untuk Kehamilan ditujukan untuk ibu hamil yang bergaya hidup aktif. Pilates, katanya, juga bisa mengurangi keluhan selama kehamilan. Efek relaksasi yang didapatkan dari latihan pernafasan juga bisa bermanfaat untuk menjaga mood tetap stabil. Pada akhirnya, latihan pilates yang membuat seluruh bagian tubuh bergerak ini membuat tubuh lebih nyaman. Kehamilan pun menjadi lebih menyenangkan dengan fisik yang selalu bugar.

Membantu persalinan?

Lisa mengatakan, belum ada penelitian atau bukti medis yang menyatakan pilates memengaruhi proses persalinan. Namun faktanya, pilates yang juga melatih pernafasan, membantu ibu melewati proses persalinan lebih baik lagi.

"Pilates juga fokus pada nafas. Saat melahirkan, ibu membutuhkan nafas panjang. Saat berat badan bertambah ketika hamil atau menjelang persalinan, diafragma tertekan, terutama saat melahirkan. Seringkali saat kontraksi terjadi, nafas menjadi pendek dan ibu menjadi panik. Sementara bagi yang terbiasa berlatih pilates, proses persalinan lebih terbantukan dengan pernafasan yang lebih panjang. Sehingga persalinan lebih menenangkan," tandasnya.

Sent from Indosat BlackBerry powered by

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Agar Anak Pilih Makanan Sehat

Posted: 30 Jul 2011 07:53 AM PDT

KOMPAS.com - Tak sedikit orangtua Indonesia yang bermasalah dengan pola makan tak sehat pada anak. Anak lebih memilih makanan manis buatan ketimbang makanan sehat seperti sayuran atau manis alami dari buah-buahan. Kesalahan yang paling sering terjadi adalah orangtua mengenalkan rasa (manis, asin) terlalu dini pada anak. Alhasil, citarasa anak terbentuk sejak dini dengan cara yang tak sehat.

Permen, cokelat, makanan manis atau gurih lainnya kemudian lebih disukai dan dipilih anak daripada makanan sehat seperti buah dan sayur. Chef Farah Quinn mengatakan kesalahan pola makan tak sehat pada anak bersumber dari orangtuanya.

"Jika anak suka manis, sulit makan makanan sehat, seperti sayur dan buah, kesalahan ada pada kita, orangtuanya. Penyebabnya karena orangtua tidak peduli mengenai pilihan makanan, juga tidak membangun fondasi yang kuat sejak dini. Asupan pertama yang diberikan kepada anak sebaiknya hanya makanan alami, dengan citarasa murni, tanpa gula dan garam," jelas Farah di sela peluncuran buku perdana karyanya yang berjudul Healthy Happy Family di Tupperware Home, Jakarta, Sabtu (30/7/2011).

Menurut Farah, pembentukan citarasa murni sejak dini membantu anak untuk memilih makanan sehat di kemudian hari. Anak juga lebih cerdas memilih makanan. Dengan sendirinya, anak akan menolak makan makanan tak sehat.

Ibu dari Armand Fauzan Quinn (4) ini sudah membuktikannya. Putranya, Armand, terbiasa mengasup makanan tanpa rasa manis atau asin sejak bayi. Alhasil, Armand hanya menyukai makanan yang menyehatkan. 

"Buah jeruk, kiwi, kismis, itu seperti permen bagi Armand. Setelah satu tahun, Armand tak bermasalah dengan makanan. Ia dengan lahap makan sayur dan buah," jelas Farah.

Citarasa murni
Sejak putra pertamanya berusia empat bulan, Farah memilih dan mengolah makanan dengan citarasa murni. Istri dari pria keturunan Perancis, Carson Quinn ini mengaku lebih peduli pada pola makan sehat dan seimbang sejak masa kehamilan.

"Apa yang ibu makan saat hamil memengaruhi citarasa anak. Begitu pun saat memberikan makan pertama kali kepada anak, akan memengaruhi citarasa anak hingga tumbuh besar. Asupan pertama Armand adalah bubur tanpa gula dan ubi jalar yang direbus lalu diblender. Sayuran pun di kukus, atau dibuatkan pure dengan rasa yang murni. Saat Armand tujuh bulan, saya memberikannya yoghurt rasa plain," jelas lulusan Pittsburgh Culinary Institute Amerika Serikat ini.

Sent from Indosat BlackBerry powered by

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Buku Resep Sehat untuk Keluarga ala Farah Quinn

Posted: 30 Jul 2011 07:04 AM PDT

KOMPAS.com - Diva kuliner Indonesia Farah Quinn, mewujudkan mimpinya meluncurkan buku. Berprofesi sebagai pastry chef, tentunya Farah memilih menulis buku seputar memasak. Namun, buku resep yang dituliskan Farah dari pengalaman keseharian bersama keluarganya ini lain dari biasanya.

Farah tak sekadar ingin berbagi resep makanan harian yang menyehatkan. Pesan utama perempuan asal Palembang ini adalah mengajak keluarga Indonesia mengubah pola makan menjadi lebih sehat sejak dini. Makan bukan sekadar kenyang, namun juga memastikan asupan nutrisi terpenuhi, mulai pilihan bahan makanan sehat hingga cara memasak.

"Memakan makanan sehat sejak dini membangun fondasi kuat untuk kemudian hari. Supaya seluruh anggota keluarga bisa hidup sehat berkualitas jangka panjang. Pola makan sehat membuat tubuh lebih fit, sehat dan tak mudah sakit," jelas Farah di sela peluncuran buku karya perdananya berjudul Healthy Happy Family di Tupperware Home, Sabtu (30/7/2011).

Resep sehat untuk bayi hingga dewasa
Buku Healthy Happy Family karya Farah Quinn memang tak biasa. Resep makanan harian menyehatkan tentu menjadi konten utama. Namun selain itu, ibu dari Armand Fauzan Quinn (4) juga menyisipkan tips belanja bahan makanan sehat. Hal lain yang juga membedakan buku Farah Quinn ini adalah pengetahuan yang dibaginya kepada pembaca.

Farah tak hanya ingin "jualan" resep sehat keluarganya melalui buku. Pembawa acara memasak di stasiun televisi swasta Indonesia ini juga menuliskan sejumlah pengetahuan nutrisi dan makanan sehat dalam bukunya.

Melalui buku, Farah merasa lebih mampu mengedukasi orang lain lebih efektif mengenai kebiasaan dan pola makan sehat. Memiliki buku Farah bukan sekadar menambah koleksi resep sehat untuk keluarga. Namun juga memandu Anda dan keluarga untuk memulai menyajikan hidangan sehat setiap hari.

Tak hanya itu, buku ini juga menjadi panduan bagi para ibu dan ayah baru yang memiliki bayi. Pasalnya, buku ini memandu orangtua untuk mengolah dan menyajikan makanan sehat pada bayi mulai nol tahun. Anda juga bisa menemukan inspirasi sehat dalam menyajikan makanan pendamping ASI untuk bayi di atas enam bulan.

Farah menyebutkan ada sekitar 70 resep di buku ini, dari first bite hingga dewasa. Ada snack, minuman, mau pun hidangan utama seperti sarapan, makan siang, makan malam. Pilihan makanan juga bervariasi, mulai western food mau pun makanan tradisional.

"Buku ini menjadi panduan untuk memilih bahan makanan dan cara mengolah yang sehat, terutama untuk makanan tradisional. Sementara untuk western food, buku ini menjadi sumber ide mengolah western food dengan cara yang mudah," jelas perempuan yang menikahi pria keturunan Perancis, Carson Quinn pada 2005 silam ini.

Tambahan pengetahuan lain yang juga disampaikan Farah dalam buku ini adalah mengenai pilihan alat memasak. Farah menyebutkan dan melengkapinya dengan foto-foto menarik mengenai bahan makanan sehat, resep sehat, hingga alat memasak yang menunjang hidangan sehat.

Buku setebal 198 halaman dengan hardcover ini diterbitkan Gramedia Pustaka Utama, dan segera beredar di toko buku dengan harga Rp 165.000.

Sent from Indosat BlackBerry powered by

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Diposkan oleh iwan di 07.37  

0 komentar:

Poskan Komentar